 |
|
| Metodologi Bermutu |
|
| |

| |
|
| Jantung Pembelajaran? |
|
| |

| |
|
| 100 Kunjungan Terakhir |
|
| |

| |
|
 |
|
 |
|
| News / Berita Korupsi KemenAg |
|
| |
| Dugaan Korupsi Depag Dilapor ke KPK | | By admin |
| Thursday, January 22, 2009 06:24:00 |
Clicks: 62 |
 |
 |
|
|
Dugaan Korupsi Depag Dilapor ke KPK
22-01-2009 06:24
Kendari, Kepres - Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum (AMPUH) Sultra tampaknya tidak main-main dengan adanya temuan dugaan korupsi di lingkup Kantor Departemen Agama (Depag) Sultra. Menyangsikan keseriusan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra dalam mengusut tuntas kasus ini, Ampuh Sultra berencana akan melaporkan masalah ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kita sementara menyiapkan materi laporan. Insya Allah Senin pekan depan kita akan kirim, ujar Sulham Damu, Sekjen AMPUH Sultra saat bertandang di kantor Kendari Ekspres, kemarin.
Tentang dugaan korupsi yang terjadi di Kantor Depag Sultra, Sulham membeberkan, tidak adanya transparansi penggunaan anggaran atas pemotongan dana bantuan Kantor Urusan Agama se Sultra. Adanya dugaan pemotongan tunjangan sertifikasi guru, dugaan mark up anggaran DIPA tahun 2007 senilai Rp 33 milyar yang tidak terealisasi Rp 29 milyar lebih.
Belum lagi kata Sulham, dugaan pemotongan ongkos naik haji sebesar Rp 2.160.000 per jemaah haji yang penggunaannya tidak jelas dikemanakan. Pemotongan ini diketahui terjadi kepada 550 jemaah haji Kota Kendari yang dibuktikan dengan adanya bukti slip penyetoran di salah satu Bank di Kota Kendari. Dalan slip itu, terlihat bahwa dana Rp 2.160.000 disetor ke nomor rekening penjabat tinggi Depag Kota Kendari.
Ada dugaan pemotongan dana haji kepada setiap jemaah haji, dan penggunaannya tidak transparan, beber Sulham. Masih banyak hal yang menarik untuk disimak dalam lingkup Depag Sultra. Kata Sulham, termasuk penggunaan rekening pribadi atas dana-dana haji yang masuk. Bagi Sulham, hal ini tidak dibenarkan dalam aturan. Semestinya, kata Sulham, setiap dana yang masuk harus melalui rekening kantor dan penggunaannya ditransparansikan.
Mengenai data-data dugaan korupsi yang lain, kami sudah ajukan ke Kejaksaan Tinggi untuk diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kami juga akan melaporkan ini ke KPK dan Kejaksaan Agung, bukannya kami menafikkan kerja-kerja Kejati yang sudah melakukan langkah-langkah hukum. Tapi, kami inginkan agar kasus ini dapat diusut secara tuntas dan serius.
Pada kesempatan itu, Sulham juga mendesak DPRD Sultra untuk mengambil sikap agar akar persoalan sehingga pejabat-pejabat Depag itu berani dan tega melakukan tindakan-tindakan yang melanggar aturan dan bertentangan dengan ajaran agama.
Semestinya, sebagai pejabat yang bekerja dalam lingkup religius seperti itu, dapat memberikan contoh dan tauladan yang baik kepada masyarakat, bukan justeru sebaliknya. Kami meyakini, ada kejanggalan dibalik semua ini. Makanya, kami mendesak DPRD Sultra untuk segera memanggil Kakanwil Depag Sultra untuk dimintai keterangannya. Tentang persoalan ini, DPRD Sultra semestinya proaktif, jangan hanya diam dan membiarkan masalah ini berlarut-larut.
Sulham juga menyampaikan, Ampuh Sultra sebagai lembaga yang peduli dengan penegakan supremasi hukum di Sultra akan terus mengawal persoalan ini hingga dapat diselesakan dengan tuntas sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Cr4/B/HEN
Sumber: Kendari Ekspres
Berita Lengkap: http://kendariekspres.com/content/view/1251/36/ |
| |
|
| More Berita Korupsi KemenAg Berita |
. PBNU Sebut Kementerian Agama Lebih Berorientasi Proyek . Kemenag-KPK Terus Kerjasama Pengawasan Haji . JPU Tak Siap, Terdakwa Korupsi Bantuan Kemenag Batal Dituntut . Istri Kanwil Kemenag Diperiksa Terancam di Penjara . Tingkatkan Pemberantasan Korupsi, Kanwil KemenAg Sumsel Bentuk Tim PIAK . Tersangka Kasus Korupsi Depag Supiori Resmi Ditahan . Dugaan Korupsi Block Grant, Kejati Sulteng Cek Sekolah . Demo Korupsi Depag Diwarnai Adu Jotos . Kemenag Minsel Alergi Ketemu Pers . KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi di Kemenag
|
|
|
 |
|
| Pendidikan Kelas Dunia? |
|
| |  | |
|
| MUSUH MORAL & AGAMA |
|
| |

| |
|
| Memberantaskan Korupsi |
|
| |

| |
|
 |
|  |