 |
|
| Metodologi Bermutu |
|
| |

| |
|
| Jantung Pembelajaran? |
|
| |

| |
|
| 100 Kunjungan Terakhir |
|
| |

| |
|
 |
|
 |
|
| News / Berita Korupsi KemenAg |
|
| |
| Demo Korupsi Depag Diwarnai Adu Jotos | | By admin |
| Thursday, April 28, 2011 13:06:00 |
Clicks: 65 |
 |
 |
|
|
Selasa, 28 April 2009 , 13:06:00
Demo Korupsi Depag Diwarnai Adu Jotos
KENDARI-Sudah terlalu lama elemen massa yang kerap berunjuk rasa mengenai dugaan korupsi Depag Sultra menunggu kerja jaksa. Tapi sudah tiga bulan menunggu, belum juga ada kemajuan pengusutan yang dilakukan para penegak hukum itu. Dengan kekesalan tinggi, elemen yang kali ini bergabung dalam Forum Mahasiswa Pro Rakyat (F-MPR) Sultra kembali mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.
Aksi yang kemarin mereka lakukan hanya satu targetnya yakni berupaya menemui Kajati Timbang Hutauruk SH guna meminta keterangan dari pimpinan para jaksa di Sultra tersebut. Lama menanti, belasan demonstran yang sebelumnya menyambangi Kantor Depag Sultra itu kehilangan kesabaran karena Timbang tak kunjung menemui mereka.
Penjelasan staf kejaksaan yang mengatakan, Kajati sedang mengikuti upacara HUT Sultra, pun tidak serta merta dipercaya oleh massa F-MPR. Belasan massa pengunjuk rasa yang dipimpin Herman Masara akhirnya terlibat dorong-mendorong dengan staf kejaksaan di pintu masuk kantor Kejati. Di sisi lain, staf Kejati didampingi aparat kepolisian pun mencoba bertahan.
Awalnya hanya terjadi aksi dorong-mendorong antara kedua belah pihak, tetapi tiba-tiba adu jotos pun dipertontonkan. Entah siapa yang memulai, dari arah F-MPR yang umumnya beranggotakan mahasiswa terdengar teriakan karena seseorang terkena pukulan. Kasi Penkum dan Humas Idris Gani yang mencoba menenangkan massa pun ikut terkena pukulan dari seseorang yang tidak dikenal.
Herman Samara, Koorlap F-MPR, menyangkan aksi pemukulan yang menurut dia sebagai tindakan premanisme. Padahal, sejak awal pihaknya hanya bermaksud menemui Kajati, kalaupun tidak di tempat minimal mereka ditemui Plh Asintel Suripto Widodo.
Kami sudah bosan dengan janji-janji jaksa yang hanya berdalih tunggu Juknis. Padahal, setelah dikonfirmasi di Depag RI , Juknis pengadaan barang dan jasa sepenuhnya diterbitkan Depag Sultra sehingga jaksa terkesan mendiamkan masalah ini dengan alasan yang dibuat-buat. Bahkan, kami datang baik-baik harus diterima dengan cara seperti ini, terang Herman Masara.
Untunglah, aparat kepolisian cepat bertindak sehingga adu jotos antara kedua pihak tidak berlanjut. Hanya aksi dorong-mendorong yang terus dilakukan massa yang intens menyuarakan perkara Depag ini. Mereka terus menuntut ditemui Kajati atau Plh Asintel.
Idrus Gani yang didelegasikan menemui massa dan menjelaskan bahwa jaksa tengah menunggu Juknis dari Depag RI ditolak sehingga aksi dorong-mendorong baru berakhir dua jam kemudian, tepatnya setelah massa meninggalkan Kejati.
Sebelum meninggalkan kejaksaan, Abdillah Munawar, Ketua F-MPR, menyayangkan belum adanya titik terang perkara Depag. Padahal, fakta indikasi penyimpangan sudah jelas, seperti bantuan langsung pengadaan barang multi media pada 11 madrasah tahun 2007 senilai Rp 100 juta masing-masing madrasah.(emi/jpnn)
Sumber: Balikpapan Pos
Berita Lengkap: http://balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=13694 |
| |
|
| More Berita Korupsi KemenAg Berita |
. PBNU Sebut Kementerian Agama Lebih Berorientasi Proyek . Kemenag-KPK Terus Kerjasama Pengawasan Haji . JPU Tak Siap, Terdakwa Korupsi Bantuan Kemenag Batal Dituntut . Istri Kanwil Kemenag Diperiksa Terancam di Penjara . Tingkatkan Pemberantasan Korupsi, Kanwil KemenAg Sumsel Bentuk Tim PIAK . Tersangka Kasus Korupsi Depag Supiori Resmi Ditahan . Dugaan Korupsi Block Grant, Kejati Sulteng Cek Sekolah . Kemenag Minsel Alergi Ketemu Pers . KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi di Kemenag . Mantan Menteri Agama Dibesuk Keluarganya
|
|
|
 |
|
| Pendidikan Kelas Dunia? |
|
| |  | |
|
| MUSUH MORAL & AGAMA |
|
| |

| |
|
| Memberantaskan Korupsi |
|
| |

| |
|
 |
|  |